Selasa, 19 April 2011

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari ketidakseimbangan kebutuhan dengan alat pemuas kebutuhan yang menyebabkan kelangkaan sehingga pelaku ekonomis harus membuat keputusan-keputusan untuk mencegah kelangkaan terjadi seperti melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untu memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas

Masalah ekonomi sebenarnya mengacu pada pilihan tentang kepuasan terbatas karena keterbatasan alat pemuas kebutuhan maka pelaku ekonomi harus membuat pilihan tentang kebutuhan yang pokok atau yang benar-benar dirasa dapat mengancam jiwa pelaku ekonomi jika tidak dipenuhi.

Perbedaan Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro:
Pembeda
Makro
Mikro
Pengertian
Variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan)
Variabel ekonomi secara partial (individual)
Ruang Lingkup
Usaha masyarakat dan pemeritah dalam mengelola faktor produksi
Produsen dan konsumen
Harga
Nilai dari komoditas secara agregat
Nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja)
Unit analisis
Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara keseluruhan
Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual
Contoh unit analisis
Pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi infiasi, pengangguran, investasi
Perilaku konsumen, perilaku produsen permintaan dan penawaran, laba/rugi perusahaan
Tujuan analisis
Memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan
Tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat
                  

Dalam kegiatan konsumsi ada tiga asas yang mendasarinya, yaitu asas seimbang, asas surplus, dan asas defisit.
1. Asas Seimbang
Asas seimbang juga disebut asas anggaran berimbang. Asas ini mengandung     pengertian bahwa jumlah nilai barang (benda dan jasa) yang dikonsumsi sama    (seimbang) dengan penghasilan. Misalnya, APBN RI mengikuti asas seimbang (balanced budget).
2. Asas Surplus
Asas surplus juga disebut asas positif. Asas ini mengandung pengertian bahwa jumlah nilaibarang (benda dan jasa)yang dikonsumsi lebih kecil daripada penghasilan. Misalnya, penghasilan tiap bulan Rp 700.000,00, sedangkan keperluan untuk konsumsi tiap bulan Rp 550.000,00
3. Asas Defisit
Asas defisit juga disebut asas negatif. Asas ini mengandung pengertian bahwa jumlah nilai barang (benda dan jasa) yang dikonsumsi lebih besar daripada penghasilan. Asas ini dapat diparibahasakan besar pasak daripada tiang. Misalnya, penghasilan seseorang tiap bulan Rp 700.000,00, sedangkan keperluan konsumsi tiap bulan Rp 800.000,00.

Jika daftar kebutuhan manusia dihubungkan dengan daya belinya akan terdapat tiga kelompok kebutuhan sebagai berikut.
1. Kebutuhan intra marginal adalah kebutuhan yang dapat dipenuhi dengan alat pemenuhan yang dimiliki. Artinya dengan uang yang dimiliki, barang dan jasa yang diperlukan dapat/ mampu dibeli dan masih memiliki sisa uang.
2. Kebutuhan marginal dadalah kebutuhan yang berada di ambang batas kemampuan memenuhinya. Artinya, barang dan jasa yang diperlukan masih mampu dibeli, namun uang yang dimiliki pas- pasan/ tidak memiliki sisa uang sama sekali.
3. Kebutuhan ekstra marginal adalah kebutuhan yang berada diluar batas kemampuan untuk memenuhinya (hanya merupakan keinginan saja).

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh hal- hal sebagai berikut.
1. Kepuasan konsumen terhadap produk
Sebagaimana kita ketahiu, tujan utama dari konsumen dalam mengkonsumsi suatu produk adalah untuk memaksimalkan kepuasan secara total (total utility) yang artinya suatu keadaan yang mencerminkan kebutuhan, keinginan, dan harapan konsumen dapat terpenuhi melalui suatu produk yang dikonsumsinya.
2. Kararkteristik produk yang diinginkan konsumen
Biasanya konsumen menginginkan produk yang memiliki karakteristik lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik. Karakteristik yang lebih murah berkaitan dengan biaya produksinya. Karakteristik lebih cepat berkaitan dengan waktu, artinya konsumen menginginkan produk yang mudah didapat di mana saja, sehingga konsumen cepat untuk memperoleh produk tersebut. Karakteristik lebih baik berkaitan dengan kualitas produk. Kualitas merupakan faktor yang cukup berperan dalam pengambilan keputusan untuk membeli produk tersebut. Produk dengan kualitas yang baik sangat diminati oleh konsumen.
3. Pengeluaran untuk konsumsi
Faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengkonsumsi suatu produk, antara lain sebagai berikut.
1. Selera
2. Tingkat pendapatan
3. Kebiasaan dan sikap hidup
4. Lingkungan tempat tinggal